Mengenal system Partisi RAID

Mengenal system Partisi RAID

[row][col span=”1/2″][wp_ad_camp_2][/col][col span=”1/2″]

System partisi RAID adalah system partisi yang menggunakan dua HDD atau lebih dengan tujuan optimasi kecepatan akses data dan atau mirroring data (backup). Ada banyak system RAID yang dikenal di dunia Computer mulai RAID 0, RAID 1, RAID 2, RAID 3, RAID 4, RAID 5, RAID6 dan RAID 10. Namun dalam artikel kali ini penulis hanya akan membahas system RAID yang paling sering digunakan yaitu RAID 0, RAID 1 dan RAID 10.

[/col][/row]

RAID 0

Mengenal system RAID 0
RAID 0 membagi jalur Data merata di dua atau lebih disk, tanpa informasi paritas, redundansi, atau toleransi kesalahan. Karena RAID 0 tidak memberikan toleransi kesalahan atau redundansi, maka kegagalan satu drive akan menyebabkan seluruh kegagalan di seluruh Hardisk. Konfigurasi RAID 0 ini biasanya digunakan jika yang diinginkan adalah kecepatan akses Data dan Jumlah space HDD. RAID 0 biasanya digunakan untuk meningkatkan kinerja, atau juga dapat digunakan sebagai cara untuk membuat logical volume yang besar dari dua atau lebih disk fisik.

system partisi linux RAID 0Sebuah RAID 0 konfigurasi dapat dibuat dengan disk yang berbeda ukuran, tetapi ruang penyimpanan ditambahkan ke array oleh masing-masing disk terbatas pada ukuran disk terkecil. Total Space yang didapatkan dari system RAID 0 adalah space HDD terkecil dikali dengan jumlah total HDD yang terkait dalam RAID 0. Sebagai contoh, jika disk 120 GB dilakukan RAID 0 bersama-sama dengan disk 320 GB, ukuran array akan 240 GB (120 GB × 2). Keuntungan Maksimum akan didapat jika RAID 0 dilakukan dengan HDD yang memiliki total Space dan kecepatan yang identik.

RAID 1

konfigurasi partisi RAID 1
RAID 1 digunakan dengan cara melakukan salinan (mirror) yang berisi data yang sama persis dengan Disk pasangannya. RAID 1 digunakan jika keamanan data lebih diutamakan dibanding dengan kecepatan akses data. Jika salah satu HDD rusak, maka data tetap akan ada di HDD yang satunya. Perbaikan data cukup dengan mengganti HDD yang rusak, tanpa harus kehilangan data.

RAID 10

[wp_ad_camp_2]

RAID 10 adalah gabungan dari RAID 1 dan RAID 0.2 HDD digabung dengan menggunakan RAID 1 dan 2 atau lebih partisi RAID 1 digabung dengan menggunakan RAID 0. RAID 10 ini bertujuan untuk mendapatkan keamanan data sekaligus juga kecepatan Akses.

konfigurasi partisi RAID 10

About the Author

2 thoughts on “Mengenal system Partisi RAID

  1. Meszuckerberg - Januari 14, 2016 at 9:33 am

    Dear Admin BestariWeb, yang ingin saya tanyakan jika raid yang dipakai 1+0, dan salah satunya hardisknya mengalami kerusakan, bagaimana cara untuk menggantinya tersebut? Apakah setelah dipasangkan hardisk yang baru, otomatis akan langsung diproses atau harus disetting manual? Terimakasih.

    Reply
    • Admin Bestariweb - Maret 2, 2016 at 2:57 pm

      Saat salah satu hardisk mengalami kerusakan.. Jika kerusakannya kecil, maka akan otomatis di recovery dengan mengambil data dari mirror hardisk yang bersangkutan. Namun jika kerusakannya mengharuskan penggantian hardisk, maka saat hardisk yang masih OK (mirror) terlebih dulu harus diduplikasi / clone ke hardisk baru. Cloning hardisk bisa dilakukan melalui linux command: dd atau bisa juga dengan menggunakan software cloning seperti ghost

      Reply

Leave a Reply